
Konnichiwa!(╹◡╹)♡
Ngomongin soal Jepang, teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dong dengan kata ‘kimono’ 👘 Yaps! Kimono adalah pakaian tradisional khas Jepang. Eits! Bukan hanya kimono, lho! Masih banyak pakaian tradisional Jepang lainnya yang nggak kalah keren.
Biasanya orang Jepang menyebut pakaian tradisional mereka dengan sebutan ‘wafuku’. Ini berfungsi juga untuk membedakan pakaian tradisional Jepang dengan pakaian dari Barat, yang disebut juga ‘youfuku’.
Youfuku terdiri dari kemeja🥼, kaos👕, dan celana👖,Sedangkan jenis-jenis wafuku, nih, sangat beragam. Yuk cari tahu apa aja pembagiannya! >U<
Kimono「着物」
Nah, pertama ada kimono. Kimono pertama kali dikenal di Jepang pada Masa Heian, yaitu sekitar tahun 794-1192. Dalam bahasa Jepang ki artinya ‘pakai’ dan mono artinya ‘barang.’ Jadi, kimono sendiri sebenarnya bermakna sesuatu yang digunakan. Teman-teman tahu nggak? Ternyata, jenis kimono itu tidak sedikit, lho! Untuk tahu pembagiannya lebih lanjut, Pakai kimono? Kapan? Yang mana?
Hakama 「袴」
Hakama adalah pakaian tradisional Jepang yang dipakai diluar kimono. Bentuknya seperti celana panjang yang lebar dan diikat dibagian pinggang. Panjangnya sampai mata kaki. Walaupun hakama dapat dikenakan pria dan wanita, sebenarnya hakama adalah pakaian untuk pria Jepang yang dikenakan bersama montsuki.
Haori 「羽織」
Selanjutnya, ada haori. Haori merupakan luaran seperti mantel yang digunakan diluar kimono. Fungsinya apa ya? Haori digunakan untuk menjaga kimono agar tetap bersih. Selain itu, haori juga dapat digunakan untuk menghadiri acara formal. Haori buat pria cenderung lebih pendek daripada haori yang dipakai wanita.
Happi 「発表」
Bukan happy ya, hehe😅 Happi adalah pakaian sejenis rompi yang digunakan sebagai seragam tim atau penanda bahwa orang tersebut merupakan bagian dari suatu organisasi.
Jinbei 「甚平」
Jinbei merupakan pakaian tidur sejenis pajama pada musim panas. Jinbei dapat dikenakan oleh segala usia. Bahkan, bayi pun dapat mengenakan jinbei ini. Jinbei juga dapat digunakan sebagai pengganti yukata.
Samue 「作務衣」
Samue adalah pakaian yang digunakan biksu-biksu di Jepang. Samue biasa juga digunakan saat menghadiri acara-acara keagamaan.
Hanten 「反転」
Next, we have hanten. Bentuknya seperti mantel. Terbuat dari satin, baju luaran yang tebal dan hangat ini biasa digunakan pada musim dingin di Jepang.
Kappogi 「闊歩技」
Pakaian yang satu ini berbentuk celemek yang berlengan panjang dan longgar, tetapi mengepit dibagian pergelangan. Wanita-wanita Jepang tahun ‘90-an memakai kappogi untuk beraktivitas di dapur agar terhindar dari noda makanan.🍙🍘
Juunihitoe 「十二単」
Kata juunihitoe sendiri dalam bahasa jepang artinya ‘dua belas lapisan jubah.’ Dua belas?! Exactly, dan ga cuma itu, ternyata setiap lapisannya punya makna tersendiri, lho. Juunihitoe hanya dikenakan oleh permaisuri-permaisuri atau putri raja di acara acara penting kerajaan seperti pernikahan. Pengantin wanita akan menggunakan juunihitoe pada suatu pernikahan kerajaan sedangkan pengantin pria akan menggunakan sokutai.
Wuft! banyak, ya? 😃 sebenarnya, nih, masih banyak pakaian tradisional Jepang lainnya yang digunakan orang Jepang di zaman dahulu. Seperti di Indonesia, yang memili pakaian adat yang berbeda di setiap daerah. ➡️🇲🇨
See you on my next posts
Arigatou gozaimasu~
Wahh
SukaDisukai oleh 1 orang