My First Trip to Japan

Konnichiwa! ✨

Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku yang seru banget nih!—going to Japan with my family. Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di negeri matahari terbit itu. Kami pergi pada akhir musim semi 2018, sekitar pertengahan bulan Juni. Sayangnya, nggak ada lagi bunga sakura yang bermekaran di jalanan. Tapi nggak apa-apa, bagi kami liburan ke Jepang tetap jadi the best.👍👍

Kami menaiki pesawat malam dari Kuala Lumpur ke Tokyo. Enam jam perjalanan cukup buat istirahat dan akan menghemat biaya dan waktu dibanding harus memesan hotel di Kuala Lumpur. Dari bandara Haneda, kami menaiki monorel ke Shinjuku station, lanjut dengan kereta jurusan Kawaguchiko, dan diteruskan dengan kereta khusus ke daerah Fujiyoshida, tempat kami akan menginap selama semalam. Kami memesan satu kamar di hotel “Highland Resort and Spa.” Bisa dibilang, seharian waktu kami habis cuma buat perjalanan dari bandara ke Fujiyoshida—sebenarnya sih karena kami kelewatan stasiunnya, hehehe😅😅

27E06EB0-1225-4A3B-A0E8-7CA2A32ED941.jpeg
Peta perjalanan kereta JR line🚈
2018_06_15_12_40_IMG_4363
Pemandangan dari kereta~
2018_06_15_13_00_IMG_4361
Akai no densha❣️

Setelah istirahat semalaman, kami melanjutkan petualangan dengan menaiki wahana-wahana seru yang menantang adrenalin di “Fuji-Q Highland.”

 Setidaknya harus coba satu dari empat rollercoaster pemegang Guiness World Record ini nih;

  1. Fujiyama2018_06_16_05_56_IMG_4319
    840DB18B-BEBC-4DD1-8C3A-6FD3805A87C2
    Fujiyama, The king of Coaster👑
  2. Eejanaika95283E07-28FD-4294-8226-13099763C329

     

    51009394-EE0C-4492-A4E6-87F6C170C299
    4D rollercoaster🤩
  3. Takabisha
    2018_06_16_07_50_IMG_4292
    speechless🙄
  4. Dodonpa 

 

Waah keren yaa~ Tetapi karena keterbatasaan waktu, kami hanya bisa menaiki Takabisha, Dodonpa, dan Eejanaika.

Siangnya, kami berkemas dan menaiki bus ke salah satu lokasi yang sangat populer di Tokyo—Shibuya. Excel Hotel adalah tempat dimana kami akan menginap di Shibuya. Lokasinya yang strategis—sangat dekat dengan Shibuya Crossing atau persimpangan Shibuya—menjadi alasan mengapa kami memilih hotel ini.

2018_06_17_09_42_IMG_3780
Pemandangan Shibuya Crossing dari hotel👍

Menurut buku “Tokyo Muslim” yang kami dapatkan di bandara, ada satu restoran Jepang yang enak dan halal di sekitaran Shibuya, yaitu Hanasakaji-san, Sakuraguoka restaurant. Kami pun nekat keluar malam-malam buat nyari itu restoran. Alhasil, kami balik ke hotel dengan perut kenyang dan rasa puas.

cropped-c5fb645c-58f0-4415-bb68-5361c0bbcd1d.jpeg
Itadakimasu! 😋

Paginya, jeng-jeng-jeng! Kami siap menjelajahi Shibuya! Di salah satu sisi persimpangan Shibuya, berdirilah sebuah patung legendaris yang memiliki kisah sangat inspiratif, patung Hachiko. Pasti sudah tahu kisahnya kan? Hachiko, seekor anjing yang sangat setia kepada tuannya.

2018_06_17_07_41_IMG_4170
>Hachiko statue<

Puas berkeliling di Shibuya, kami langsung menuju hotel untuk malam selanjutnya, yaitu Tokyo Dome Hotel, yang berlokasi di Bunkyo City, Tokyo. Pindah hotel lagi?! Yaps, begitulah. Sebelum menaiki kereta ke Tokyo Dome, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid bertemakan Turki di Shibuya, Tokyo Cami’i masjid. Kubahnya yang biru, interiornya yang bertemakan Turki, jadi serasa ada di Turki-nya Jepang, hehehe🤣

2018_06_17_08_44_img_3793.jpg
Masya allah…😇

Belum puas dengan sushi dan shabu-shabu—alias daging asap—di Hanasakasaji-san, kami pun berniat mencari restoran halal yang menyediakan ramen. Di perjalanan, kami bertemu segerombolan orang dari Malaysia yang juga mencari restoran yang sama, yaitu Ramen Ouka. Walaupun tempatnya kecil, restoran halal satu ini sangat terkenal dengan ramennya  ✨🍜 Teman-teman tahu nggak? Ternyata kokinya adalah mahasiswa Indonesia yang bekerja paruh waktu, lho! sugoiii~🇮🇩

The next day, kami berangkat menuju Akihabara. Akihabara? Surganya otaku—para pecinta anime? Exactly! Dan gak cuma itu, disini banyak lho barang-barang unik yang hanya ada di Jepang! Ditambah lagi nih, ada banyak cafe dengan berbagai tema unik seperti cat cafe, maid cafe, Gundam cafe, AKB48 cafe, and lots more. Tapi kamu harus tahu, tidak semua cafe disana kids-friendly yaa. Jadi harus cermat memilih cafe yang akan dikunjungi.

9B91402D-B91C-4413-9506-9CC997003DF6.jpeg
Moe moe cute!—Maidreamin Cafe🍱🍡🥯

Empat hari sudah kami di Jepang. Huft, kalau boleh jujur, aku ingin lebih lama lagi di disini, lebih bebas lagi menjelajahi negeri samurai ini. Tapi yaaa,, Selamat Tinggal Jepang!😣

Bagiku, pengalaman yang tak terlupakan ketika di Jepang adalah ketika berada ditengah keramaian orang berlalu-lalang menyeberang di persimpangan raksasa Shibuya Crossing.

See you on my next posts

Arigatou gozaimasu~

Diterbitkan oleh Putri Naila Safira

Hajimemashite! Aku Naila, siswi kelas 10 SMAN 1 Padang Panjang. Aku suka banget traveling, apalagi kalau sudah tentang Jepang. Aku ingin suatu hari nanti bisa menuntut ilmu ke negeri sakura itu. 🌸🇯🇵

5 tanggapan untuk “My First Trip to Japan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai